Mahasiswa ideal, apaan tuh? Mana ada yang ideal di dunia ini. Itulah kira-kira celoteh banyak mahasiswa ketika ditanya tentang mahasiswa ideal. Sungguh sebuah jawaban yang terlalu pessimistis. Hal ini menunjukkan mentalitas generasi muda kita dewasa ini. Generasi yang terlanjur trauma dengan beratnya jejak-jejak penjajahan kolonial, perekonomian yang kian memburuk dan krisis keteladanan dari generasi tua. Ideal, idealis adalah predikat mahasiswa seharusnya. Menjadi ideal adalah sebuah pengharapan yang dibaringi tindakan. Menjadi ideal menuju kesempurnaan adalah proses panjang yang harus dilewati, diwujudkan. Terus berusaha, tanpa kenal kata henti adalah menjadi kata kuncinya. Mahasiswa merupakan golongan elit di bangsa ini. Dari sekian banyak pemuda di negeri ini, merekalah yang memiliki kapasitas keilmuan lebih dari sisanya. Dan jumlah mereka sedikit. Sebenarnya, merekalah yang paling bisa diharapkan untuk memimpin perubahan bangsa ini. Dan pada kenyataannnya memang bangsa ini berh...
Indonesia. Ya, nama yang memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena itulah nama dari Negara yang menjadi kebangsaan kita sekarang. Nama yang digunakan sebagai nama resmi Negara kita. Namun, pernahkah muncul di pikiran kita tentang siapa sebenarnya pencetus nama Indonesia tersebut. Berikut akan saya ceritakan tentang sejarah menarik dari nama INDONESIA. Bagaimana nama Indonesia itu tercipta memiliki sejarah yang cukup menarik. Nama Indonesia tercetus pada saat jamuan makan malam tepatnya pada tanggal 14 April 1917. Para pelajar Indonesia (dulu Hindia Belanda) yang sedang berada di Negara Belanda diundang makan malam di Hotel Paulenz, Den Haag . Mereka adalah Soewardi Soerjaningrat, Abdul Moeis, R.M.A. Soerjo Poetro, dan kawan-kawan. Mereka tengah gencar-gencarnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat perkumpulan pemuda sebangsa di Belanda. Ketika piring dan sendok garpu berdentingan inilah, Soerjo Poetro (paman Soewardi Soerjaningrat) yang dikena sebagai penulis ...
1 – Berhenti menonton televisi Atau lebih baik lagi, jauhi TV sama sekali. TV adalah pembunuh pikiran. TV membekukanmu. TV memenuhimu dengan gambar-gambar emosional dan solusi yang terlalu disederhanakan. TV membuatmu jenuh. Matikan TV. Bahkan meskipun kamu masih meragukan ide ini, matikan saja. 2 – Sempatkan untuk berjalan kaki 20 menit setiap hari Kamu sudah biasa latihan kebugaran? Pergi ke gym. Lari pagi. Sepertinya 20 menit berjalan kaki tidak produktif atau cukup berarti ya? Tapi cobalah untuk berjalan selama 20 menit dan nikmati dunia apa adanya. Perhatikan sekeliling, pada hal-hal di sekitarmu. Aktifkan indra penciumanmu, cobalah mengendus bebauan secara sadar. Perhatikan burung-burung. Biarkan dunia ini terbuka dan menunjukkan dirinya padamu. 3 – Menulislah menggunakan pena dan kertas (atau pensil dan kertas) Buatlah sebuah jurnal. Setiap pagi tuliskan sesuatu. Suara pena saat menggores kertas bagi saya terasa menyenangkan. Saya juga suka ka...
Komentar
Posting Komentar